Rabu, 16 Maret 2011
Fakta Besar Tentang Ka'bah Yang Disembunyikan Dunia Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka'bah (Fakta Ilmiah)
0 comments Posted by Falah
Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah Sng Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka'bah adalah bahasa al quran dari kata "ka'bu" yg berarti "mata kaki" atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma'idah 5:6 dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan "Ka'bain" yg berarti 'dua mata kaki' dan ayat QS al-Ma'idah 5:95-96 mengandung istilah 'ka'bah' yang artinya nyata "mata bumi" atau "sumbu bumi" atau kutub putaran utara bumi.
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.
Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.
Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur'an al-Karim sebagai berikut:
'Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..' (QS asy-Syura 26: 7)
Kata 'Ummul Qura' berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata 'ibu' memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, '
Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.' (QS ar-Rahman 55:33)
Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)
Sumber: bloggersejutaumat
Minggu, 09 Mei 2010

Detik waktu..terus berjalan
Berhias..gelap dan terang
suka dan duka...tangis dan tawa
tergores bagai lukisan
seribu mimpi....berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
diantara... gelapnya jiwa... dalam resah.. dan airmata
kupersembahkan...kepada-Mu...yg terindah dalam hidupku
meski ku rapuh...dalam langkah..
dan tak setia..kepada-Mu
namun cinta..dalam jiwa...hanyalah pada-Mu
Maafkanlah
bila hati... tak sempurna..mencintai-Mu
dalam dada...kuharap hanya...diri-Mu yg bertahta
hoohh...ooh..ohh
Detik waktu ..terus berlalu..semua berakhir padaMu
Sabtu, 08 Mei 2010
Whenever there is pain
Try your best to smile
Whenever theres laughter
Try your best to be patience
Becouse tears are non-everlasting, it will come and go
whenever life felt soar, could be that your heart is missing HIM
Becouse only with HIM heart indulge peace
Peaceful mind and body
Has been destined...to undergo....Everything You wish Ya Rabbi...
Crashed...by the wave
Thrown away.... by the wind
Separated...saddened ..Enlightened
In the amazement of the world
which ended in loneliness
every step of foot.. has been written by HIM
Everything is moving in HIS accordance
Breath of life...love..and everything...
Has been destined...to undergo
Everything You wish Ya Rabbi...
I obey ... I Submit...only to You Ya Rabbi

Berhenti sesaat......di hari ku
Langkahku terhenti sesaat.....ku merasakan betapa berat tebing yg terjal dan jurang yg dalam dan kering yg telah ku lalui ........ku ingin mendaki...menengok kembali hijau pemandangan...bukan ..bukan sekedar menengok...tapi ku ingin kembali merasakan.....sejuknya ruhani...gemetarnya dan merindingnya angin ayat-ayatMu.......
pendakian itu..tidak mudah....setetes hujanpun belum cukup menyejukkan kerongkongan hati...hati yang belum tunduk....padahal 36 tahun sudah....
mestinya ..ketika ku tapaki tebing itu...Ku harus menunduk...
meski permukaan tebing itu ada di atas...tak perlulah menengadah ke atas....
seharusnya ku tetap menundukkan kepalaku...
melihat details jalan tebing yg sedang ku tapaki...agar terlihat tiap kerikil,batu, atau lubang lubang jurang baru....
seharusnya dalam tiap langkah ......ku juga harus tetap memegang kuat
akar akar pondasi ruhku....agar ku pun tetap memegang kuat tapak demi tapak...
tapi hati ini masih beku...bukan karena dingin....tapi kering ..karena tidak ada getaran angin....dan air....
Ya Rabbi....bukakan hati hamba...rindu hamba merasakan cinta-MU.....
ku ingat satu ayat : .......Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur ....(QS Al Maidah : 6)
Membukakan mata hatiku kembali dalam pemberhentian sesaat.....tadzkirah....
Ya Rabbi ....berikan kekuatan utk melawan segala yang menyesatkan dari jalanMu
....Allahumma amien
Selasa, 16 Februari 2010
1.IBDA’ BINAFSIKA (H) : Start form yourself
2.YASSIR WALAA TUASSIR (H): Make it easy and don’t make it difficult
3.FA’FU ANHU WASFAH (Q):Forgive and forget
4.I’DILU WALAU KAANA DZAKURBA (H) : Do justice although it is your closest relative
5.WA AMRUHUM SYURO BAINAHUM (Q): Discuss the problems with your people
6.KUN ‘ALIMAN AU MUTA’ALLIMAN AU MUSTAMI’AN (H): Be a teacher, or a learner or a listener
7.FAASLIHU BAINA AKHAWAIKUM (Q): Develop, reconcile and unite your people
8. RUHAMAA U BAINAHUM (Q): Love your people
9. ASYIDDAA U ‘ALAL KUFFAR (Q): Be tough to the transgressor
10. KULLUKUM RAA IN, WAKULLU RAA’IN, MAS ULUN AN RAA IYATIH (H) : All of you are leaders and will be accounted for
Minggu, 03 Januari 2010
Ketika “pecutan” Allah baru saja datang, dan segara kujawab
“Allah, aku ingin kembali pada-Mu. Bimbinglah aku dalam menemukan
jalan-Mu yang lurus, dan pecutlah aku lebih keras lagi
bila setelah ini aku tidak juga kembali pada-Mu”
Hamba bersimpuh sujud pada Mu dan memujiMu bersyukur hanya bagi-Mu ya Allah,
Tuhan Semesta Alam, yang masih sudi mengingatkan hamba-Mu ini yang berlumur dosa
Mudah-mudahan hamba dimasukkan ke dalam golongan orang orang yang beruntung
yang mendapatkan “pecutan” Mu ya Allah. Karena hamba yakin pecutanMu tetaplah mengandung cinta-Mu Maha Tinggi yang bisa menerimaku untuk kembali.
